Berikut ini adalah prosedur yang baku digunakan untuk pengembangan alat berbasis mikrokontroler. Prosedur ini dapat dihilangkan dibeberapa bagian dikarenakan adanya ketiadaan alat atau kendala lainnya.
Prosedur pengembangan alat berbasis mikrokontroler.
Rencanakan alat Anda! berupa kebutuhan alat dan hasil akhir dari alat yang hendak Anda buat
- Buat diagram alir (flow chart) dari cara kerja alat Anda
- Rancang skema elektronik
- Pasang komponen ke bread board/project board
- Lakukan pemrograman terhadap mikrokontroler
- Lakukan simulasi untuk mengetahui apakah dengan input yang masuk memberikan output yang sesuai
- Lakukan debugging dengan hardware (bisa menggunakan JTAG/debugWIRE/BDM/ICD)
- Rancang PCB Anda
- Pasang komponen di PCB Anda dan lakukan tes akhir (white box testing)
Pada umumnya (dari pengalaman saya bersama mahasiswa dan teman-teman diindustri) rata-rata simulasi (langkah no. 6) dan debugging dengan hardware (langkah no. 7) jarang dipakai. Alasannya cukup beragam mulai dari kurangnya pemahaman mengenai simulasi, metode tes dengan simulasi input, mahalnya harga hardware debugger semisal JTAG, debugWIRE, BDM dan ICD ataupun ICE (in-circuit-emulator). Sebenarnya dengan melakukan langkah no.6 dan 7 kita dapat menghemat waktu pengembangan dan meningkatkan kualitas produk yang akan dibuat.
Setelah di artikel sebelumnya saya membahas mengenai programmer/downloader AT89S51/AT89S52 kini kita akan membahas mengenai compiler dan simulator yang digunakan dalam membantu para desainer mikrokontroler. Compiler adalah sebuah software yang digunakan untuk menerjemahkan kode program yang kita tulis ke dalam bahasa mesin (yang dimengerti mesin). Untuk itu demi mempermudah belajar mikrokontroler saya akan membahas beberapa kompiler yang akan saya pakai pada tutorial-tutorial selanjutnya.
Baca selengkapnya…
Berikut ini adalah toko-toko penjual kit mikrokontroler online di Indonesia. Artikel ini ditulis untuk mempermudah pencarian Anda, para pecinta mikrokontroler Tanah Air.
Baca selengkapnya…
AT89S51/AT89S52 merupakan produk Atmel yang cukup banyak dipasaran dengan harga kurang dari 20 ribu rupiah dipasaran (Jakarta maupun Surabaya). Untuk memulai belajar mikrokontroler tipe 89S51 ini kita membutuhkan programmer. Programmer merupakan suatu piranti keras untuk memasukkan bahasa mesin hasil kompilasi kode program yang kita tulis ke dalam mikrokontroler. Mikrokontroler memiliki ruang kosong yang digunakan sebagai tempat menyimpan kode mesin (machine code) yaitu di ROM (Read Only Memory). Untuk AT89S51 ukuran ROM ini 4 KB dan untuk AT89S52 ukurannya 8 KB.
Baca selengkapnya…

Mungkin bagi teman-teman yang hendak mempelajari mikrokontroler, bagaimana memilih mikrokontroler merupakan langkah awal untuk menjelajahi dunia mikrokontroler. Berikut adalah tips-tips dari saya yang selama ini melihat teman-teman dan rekan sejawat saya dalam belajar mikrokontroler.
Ketersediaan sebuah arsitektur ataupun merek mikrokontroler merupakan sesuatu yang penting dan mutlak menjadi pertimbangan Anda. Untuk di Indonesia arsitektur/merek yang lazim digunakan secara luas adalah :

Atmel AT89C51, AT89C52, AT89C2051, AT89S51, AT89S52, AT89S2051 untuk arsitektur 8051 (catatan: Atmel dengan kode tengah S menggunakan In System Programming)

Atmel ATtiny2313, ATmega8, ATmega16, ATmega32, ATmega8535 untuk arsitektur AVR

Microchip PIC16F84, PIC16F628, PIC16F874 untuk arsitektur PIC seri 16
Mungkin harga juga menjadi salah satu topik menarik yang penting untuk dibahas karena saya memperhatikan bahwa diantara dua perusahaan semisal Microchip dan Atmel, maka kita dapat menentukan perbandingan harga dengan fitur yang ditawarkan. Coba Anda hitung dengan benar apa saja fitur yang ditawarkan apakah sebanding dengan kebutuhan Anda terhadap fitur tersebut. Saya secara pribadi adalah penggemar produk Atmel AVR dan produk Atmel dengan arsitektur 8051 yang harganya relatif terjangkau.
Coba Anda cari mikrontroler yang mudah untuk diprogram (mengunggah program hasil kompilasi dalam bentuk bahasa mesin). Saya sendiri menyarankan penggunaan ISP (In System Programming) milik Atmel yang mudah sekali dibuat. Metode ISP ini digunakan oleh Atmel untuk mikrokontroler seri 8051 nya dan AVR. Anda dapat menggunakan mesin pencari Google untuk membuat sendiri programming interface-nya. Kalau Microchip PIC menurut pandangan saya metode untuk programmingnya cukup beragam dan lebih rumit pembuatannya (juga lebih mahal kalau Anda beli jadi) dibanding Atmel AVR.
Selain piranti keras, Anda juga membutuhkan compiler untuk mikrokontroler Anda. Mikrokontroler hanya mengerti bahasa mesin hasil kompilasi dari bahasa pemrograman yang Anda tulis. Misal bahasa pemrograman yang umum dipakai dimikrokontroler adalah : assembly (bahasa rakitan, yang merupakan bahasa level paling bawah), C, Basic dan Pascal. Selain dukungan bahasa pemrograman, coba tilik dengan baik apakah tersedia compiler yang gratis. Berikut adalah daftar saya:
8051 :
Bahasa Assembly : ASEM51* (gratis), Metalink Cross Assembler (???)
Bahasa C : SDCC* (gratis), Keil C51 (berbayar), Raisonance RIDE-51 (berbayar), Mikroelektronika mikroC for 8051 (berbayar)
Bahasa Pascal : Turbo51* (gratis), Mikroelekronika microPascal for 8051 (berbayar)
Bahasa Basic : MCS Electronics Bascom for 8051* (berbayar), Mikroelektronika mikroBasic for 8051 (berbayar)
AVR :
Bahasa assembly : AVR Assembler 2* (gratis)
Bahasa C : WinAVR/AVR-GCC* dikombinasi dengan AVR Studio 4 (gratis), Imagecraft C Compiler for AVR (berbayar), CodeVision AVR(berbayar), Rowley Crossworks for AVR (berbayar), IAR AVR C Compiler (berbayar), Mikroelektronika microC for AVR (berbayar)
Bahasa Pascal : Mikroelektronika mikroPascal for AVR* (berbayar)
Bahasa Basic :MCS Electronics Bascom for AVR* (berbayar), FastAVR (berbayar), Mikroelektronika mikroBasic for AVR (berbayar)
Microchip PIC :
Bahasa assembly : MPASM* (gratis)
Bahasa C : Sourceboost BoostC (berbayar tapi yang gratis pakai limitasi), SDCC (gratis), CCS C Compiler for PIC16 (berbayar), Mikroelektronika microC for PIC (berbayar), Wiz-C (berbayar)
Bahasa Pascal : Mikroelektronika mikroPascal forPIC* (berbayar)
Bahasa Basic :Mikroelektronika mikroBasic for PIC* (berbayar)
Catatan * : menurut saya yang terbaik untuk dipilih.
Ketersediaan modul tambahan di Indonesia sangatlah penting karena dapat mempercepat proses belajar dan mempermudah Anda untuk mendalami seluk beluk piranti keras. Di Indonesia terdapat beberapa penyedia modul mikrokontroler semisal:
Delta Elektronic Surabaya untuk yang di Jakarta bisa ke Prasimax
e-Technology Center
Kit Mikrokontroler Batara
Innovative Electronics Surabaya untuk yang di Jakarta bisa ke OK Elektronik
Ahimsa Elektronik
Berikut ini adalah pendapat pribadi saya boleh dijadikan rujukan kalau Anda mau. Untuk saat ini saya sangat menyarankan menggunakan antara Atmel ATmega8 atau seri ATmega yang lain dan AT89S52 dengan pertimbangan harga, fitur dan ketersedian modul.
Sumber rujukan :