Prosedur Pengembangan Mikrokontroler

Ditulis 20 Juni 2009 ketegori Artikel, Lain-lain, Proyek oleh Fandi Gunawan
Tag:, , , , , , , ,

Berikut ini adalah prosedur yang baku digunakan untuk pengembangan alat berbasis mikrokontroler. Prosedur ini dapat dihilangkan dibeberapa bagian dikarenakan adanya ketiadaan alat atau kendala lainnya.

Prosedur pengembangan alat berbasis mikrokontroler.

Rencanakan alat Anda! berupa kebutuhan alat dan hasil akhir dari alat yang hendak Anda buat

  1. Buat diagram alir (flow chart) dari cara kerja alat Anda
  2. Rancang skema elektronik
  3. Pasang komponen ke bread board/project board
  4. Lakukan pemrograman terhadap mikrokontroler
  5. Lakukan simulasi untuk mengetahui apakah dengan input yang masuk memberikan output yang sesuai
  6. Lakukan debugging dengan hardware (bisa menggunakan JTAG/debugWIRE/BDM/ICD)
  7. Rancang PCB Anda
  8. Pasang komponen di PCB Anda dan lakukan tes akhir (white box testing)

Pada umumnya (dari pengalaman saya bersama mahasiswa dan teman-teman diindustri) rata-rata simulasi (langkah no. 6)  dan debugging dengan hardware (langkah no. 7) jarang dipakai. Alasannya cukup beragam mulai dari kurangnya pemahaman mengenai simulasi, metode tes dengan simulasi input, mahalnya harga hardware debugger semisal JTAG, debugWIRE, BDM dan ICD ataupun ICE (in-circuit-emulator). Sebenarnya dengan melakukan langkah no.6 dan 7 kita dapat menghemat waktu pengembangan dan meningkatkan kualitas produk yang akan dibuat.


4 komentar di 'Prosedur Pengembangan Mikrokontroler'

  1. 21 Mei 2010 14:43
    hidayat
  2. 28 Mei 2010 10:05
    Fandi Gunawan
  3. 28 Mei 2010 10:09
    Fandi Gunawan

Tinggalkan komentar




XHTML::
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


This site is a member of WebRing.
To browse visit Here.